.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Tampilkan postingan dengan label BALIKPAPAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BALIKPAPAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2020

Kerusakan Pipa Air Baku Transad Km 10, IPAM Kampung Damai Setop Produksi


BALIKPAPAN,NMK-Pipa air baku steel 600 mm milik PDAM Balikpapan yang berlokasi di Transad Km 10, untuk jalur pipa transmisi (air baku) menuju dari Km 12 Waduk Manggar ke arah IPAM Kampung Damai, mengalami kerusakan, pada Senin (24/08/2020) pukul 17.25 wita.

Akibat kerusakan tersebut IPAM Kampung Damai harus stop produksi sementara waktu, karena perbaikan akan dilaksanakan pada pukul 20.00 Wita yang ditarget selesai pekerjaan selama 1 x 24 jam sehingga 45 persen pelayanan air bersih di Kota Balikpapan malam ini akan terganggu.

Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Kota Balikpapan, Abdul Ramli, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini, terutama kepada pelanggan yang daerahnya lebih dahulu mengalami tekanan distribusi yang kecil bahkan tidak mengalir lebih dahulu.

Ia mengingatkan apabila perbaikan sudah selesai maka proses normalisasi kembalinya air kerumah pelanggan membutuhkan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri. 

Apalagi kontur Kota Balikpapan yang 80 persen adalah berbukit-bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu.

Adapun aliran Produksi IPAM KAMP. DAMAI : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp.Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan, Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Jalan Beler, Dam, Sebagian Daun Village, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM Kampung Damai.(naim)

Rabu, 22 Juli 2020

Ketua DPRD Balikpapan : Tarif Dasar PDAM akan Direvisi


BALIKPAPAN, NMK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang penentuan tarif dasar pelanggan air bersih di PDAM Kota Balikpapan. Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan, revisi itu dilakukan untuk menyelaraskan tarif yang sudah diberlakukan dengan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Saat ini kita sedang mengkaji untuk merevisi Perda tentang sistem pengolahan air minum, terutama menyangkut masalah tarif dan pelayanan agar sesuai jumlah yang dibayarkan dengan pelayanan yang didapatkan oleh masyarakat,” katanya ketika diwawancarai wartawan.

Menurutnya, DPRD Kota Balikpapan sudah melakukan koordinasi dengan PDAM, termasuk Dewan Pengawas PDAM untuk menindaklanjuti keluhan dari sejumlah warga terkait lonjakan tagihan pelanggan PDAM selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diterima, lonjakan tarif iuran pelanggan PDAM diakibatkan dari tidak adanya kegiatan pencatatan oleh petugas meter PDAM selama masa pandemi Covid-19 dari April hingga Mei 2020, sehingga dalam menentukan jumlah tagihan dilakukan dengan mengambil rata-rata jumlah tagihan pelanggan untuk dimasukan dalam akumulasi tagihan di bulan Juni.

“Saya sudah konfirmasi ke PDAM dan dewan pengawas, jadi tidak ada kenaikan tarif. Karena namanya perkiraan pasti ada plus minusnya,” ujarnya.Ia memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif iuran pelanggan PDAM selama pandemi Covid-19. Karena sesuai dengan aturan dalam memberlakukan kenaikan tarif PDAM harus mendapatkan persetujuan dari DPRD.

“Sesuai dengan Perda yang ada, kebijakan untuk menaikkan tarif PDAM 10 persen per tahun itu harus melalui persetujuan dari DPRD,” ungkapnya. Untuk itu, ia meminta kepada pelanggan PDAM untuk memeriksa kembali jumlah tagihannya. Apabila ditemukan ada jumlah yang tidak sesuai dapat diajukan komplain ke PDAM.

“Karena sistemnya perkiraan, sehingga ada yang bayar lebih ada juga yang berkurang. Kalau ada warga yang kelebihan bayar, dianjurkan kepada PDAM agar mengembalikan.

Karena itu adalah hak dari masyarakat. Masalah teknis pengembaliannya itu terserah dari PDAM seperti apa. Tapi kalau ada yang kurang, ya sebaliknya harus membayar,” pungkasnya.(naim)

Sabtu, 18 Juli 2020

Senin, Diumumkan Direktur Umum PDAM Balikpapan Terpilih

BALIKPAPAN, NMK – Pemerintah Kota Balikpapan akan segera mengumumkan Direktur Umum PDAM Tirta Manggar terpilih dalam waktu dekat. Demikin disampaikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Jumat (17/07)

“Kemungkinan Senin (20/07), Akan langsung diumumkan yang terpilih, langsung diumumkan yang terpilih,” ujar Rizal

Dia mengatakan, saat ini ada 5 calon yang telah lolos seleski dan melalui beberapa tahapan yakni 4 orang merupakan pegawai PDAM dan 1 orang dari luar PDAM.  “ Dari luar Pak Sugito, dari dalam Noor Hidayah, M. Khoiruddin, Sopiansyah,” ujarnya

“Mereka sudah melalui 2 tahapan, ada presentase, ada makalah, asesment , uji kepatutan dan kelayakan. Saya tidak melihat orang dalam, orang luar yang kita lihat kapasitas, loyalitasnya,”

Kata dia, sebelum menentukan calon Direktur Umum PDAM. Masih akan melihat rekam jejak para calon, salah satunya tidak boleh berafiliasi dengan paratia politik. “Jadi saya tinggal melihat rekam jejak dan wawasannya saja,” ujarnya.

“Seharusnya gak, nanti kita lihat apakah yang calon ini masih ada yang berafiliasi dengan partai politik. Aku belum baca rekam jejaknya,”

Soal masa tugas Direktur Umum PDAM terpilih lanjutnya, masih akan dibahas lagi, apakah sampai 2020 atau hingga 2025. “Dalam aturannya masa tugasnya memungkinkan 5 tahun tapi bisa juga kita sesuaikan dengan direksi yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga membuka peluang bagi wanita menduduki jabatan direksi di PDAM, tidak hanya laki-laki. “Wanita juga jadi perhatian kita, mungkin ada 1 cewek 4 cowok , nanti kita lihat. Belum ada wanita,” ujarnya. (naim)

Tagihan Air Melonjak, PDAM Balikpapan Didemo Mahasiswa

Balikpapan, NMK - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi di depan kantor PDAM Tirta Manggar, Kota Balikpapan di Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan pada Rabu (15/7/20).

“Kami meminta kejelasan soal tarif harga bulanan yang mengalami lonjakan cukup signifikan dan ini banyak dialami oleh warga Balikpapan yang menjadi pelanggan PDAM,” ujar juru bicara peserta aksi, Rafsyan Hassan, kepada sejumlah jurnalis di Balikpapan, Rabu.

Sebelumnya para mahasiswa ini melakukan aksi konvoi dengan berjalan kaki dari Taman Tiga Generasi Balikpapan sejauh 1 kilometer menuju kantor PDAM Tirta Manggar. Mereka konvoi sambil membentangkan spanduk "Parade Demokrasi Aspirasi Masyarakat". Setelah berorasi di jalan di depan kantor PDAM, pengunjukrasa melakukan pembakaran pakaian berwana hitam.

“Kami lakukan pembakaran pakaian berwana hitam ini untuk melambangkan buruknya layanan PDAM Tirta Manggar, Kota Balikpapan,” ujar Rafsyan.

Selanjutnya, aksi dilanjutkan dengan memasuki halaman kantor PDAM. Aksi mahasiswa ini pun disambut oleh Direktur Utama PDAM Balikpapan, Haidir Effendi, didampingi Direktur Teknik Arif Purnawarman, Plt Dirum Arifuddin Harami, dan Kabag Hubungan Pelanggan, Nur Hidayah.

Kepada pihak PDAM Balikpapan, Rafsyan mempertanyakan alasan PDAM menaikkan tarif yang begitu mahal pada bulan Juli 2020 ini. Seharusnya, menurut Rafsyan, jika hari ini PDAM melakukan kenaikan tarif, itu harus ada perwakilan dari masyarakat sebab hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Wali Kota.

"Harusnya PDAM yang datang ke lapangan, datangi masyarakat, kenapa masyarakat yang datang seolah menghindar karena COVID-19. Itu yang kami sesali," tegasnya

Selain itu, mahasiswa juga menuntut agar PDAM merevisi Perwali soal PDAM yang terkait pipa induk yang dibebankan ke masyarakat. Padahal, sebut Rafsyan, dalam Permendagri pasal 1, pasal 2 pasal 3, dan pasal 17 menjelaskan bahwa harusnya pipa induk menjadi tanggungjawab PDAM.

"PDAM kan punya dana penyertaan modal, PDAM punya keuntungan mengapa tidak diputar. Itukan untuk kesejahteraan masyarakat, karena masyarakat sudah dibebankan dengan tarif, tarif itu kan akumulasinya," ujarnya.

Rafsyan juga menyoroti soal perlindungan konsumen. Pasalnya selama ini warga yang mendapatkan air kurang bersih tidak mendapatkan kompensasi apapun dari PDAM.

"Selanjutnya tentang perlindungan konsumen, itu kan hingga hari ini tidak diatur bahwa dengan kualitas air buruk itu bisa dapat kompensasi, jelas itu di UU nomor 8 tahun 1999 tentang hak konsumen, tetapi kenapa tidak dicantumkan di Perwali. Jangan sampai hal-hal seperti itu tidak ada di Perwali," tegasnya

Menanggapi pertanyaan mahasiswa, Haidir Effendi mengaku tarif yang nilainya terdapat kelebihan bayar akibat kesalahan pembacaan meteran, maka pelanggan diminta untuk melaporkan ke PDAM. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti agar dilakukan pengembalian atau kompensasi pada bulan berikutnya.

"Tapi kalau kondisinya karena pemakaian di lapangan riil maka kita tawarkan opsi peringanan dengan cicilan sampai akhir tahun,” paparnya.

Soal Perwali sendiri, Haidir mengatakan pihaknya akan menyampaikan pertanyaan tersebut kepada Wali Kota Balikpapan.

"Soal usulan itu atau tuntutan sebenarnya kami sudah berproses ya, bahkan siang ini sudah ada usulan perubahan Perda PDAM. Mudahan-mudahan bisa diproses di sana,” ujarnya.

Lanjut Haidir, Perda PDAM sejak 2010 memang belum mengalami perubahan, namun saat ini muncul aturan-aturan baru yang butuh penyesuaian karena kondisi dinamis di lapangan.

"Poin perda itu menyesuaikan kelembagaan termasuk operasional seperti disebutkan PP 122 dan PP 54. Itu yang coba kita komunikasikan," lanjutnya.

Rafsyan mengaku, pihak PDAM setuju dengan seluruh tuntutan mahasiswa. Namun, ia ragu tuntutan itu bakal terwujud. "Kami akan bawa massa lebih banyak lagi. Ini sedikit karena kami menerapkan protokol," tegas Rafsyan.(naim)

Senin, 15 Juni 2020

Level Waduk Meningkat 10,41 Meter dan Kualitas Air Sedang diperbaiki


Balikpapan,NMK-Bulan Ramadhan dan Lebaran telah berlalu, memang jika kita pahami sebelumnya pola pemakaian air PDAM disaat bulan Ramadhan dan dibulan bulan biasa pasti berbeda, karena penggunaan Air dibulan Ramadhan mengalami perubahan pola pemakaian, dari biasanya Penggunaan air di kisaran pemakaian puncak jam 05.00 pagi dan sore harinya di kisaran Jam 16.00, berbeda disaat Ramadhan, pemakaian pucak Air PDAM lebih awal digunakan oleh Masyarakat pada saat dini hari diatas kisaran Jam 02.00 pagi, terutama saat menjelang waktu saur aktivitas penggunaan air lumayan meningkat.

Saat ini pelanggan masih menyoroti terhadap pelayanan PDAM Kota Balikpapan khususnya aliran Distribusi air didaerah – daerah gunung yang tidak maksimal serta kondisi kualitas air yang mengalami penurunan dalam beberapa hari ini.

 

Wilayah Pelanggan yang mengalami tidak maksimalnya Distribusi air adalah daerah-daerah gunung di Lokasi Kecamatan Balikpapan Barat, seperti Gn. Satu, Gn. Empat, Sidodadi, Gn. Bugis, Asrama Bukit hingga di Kelurahan Baru Tengah termasuk wilayah paling tinggi di Kecamatan Balikpapan Tengah didaerah Martadinata Jalan Pembangunan. 


Saat ini PDAM Kota Balikpapan sedang berupaya untuk memaksimalkan Kapasitas Produksi didaerah-daerah tersebut, memang Imbas dari pola pemakaian air setelah Ramadhan dan Lebaran perlu dilakukan Normalisasi dengan menjaga Kontinuitas kuantitas air yang diolah atau di produksi dari setiap Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM. 

Upaya antisipasi saat ini yang dilakukan untuk menanggulangi permintaan kebutuhan air PDAM Ke Pelanggan, solusi jangka pendek saat ini, PDAM tetap mengarahkan kepada pelanggan untuk dapat memesan air tangki yang berada di Posko Tangki Jalan Mt. Haryono, depan kantor DukCapil.

Disamping Kuantitas air baku yang masih perlu Kontinyu diproduksi dan tahap Normalisasi agar sampai ke Daerah Gunung, sebagian pelanggan masih ada yang mengeluh terhadap kualitas air PDAM yang berwana keruh dan berbau.

Sejak Laporan Keluhan Pelanggan terkait penurunan kualitas air yang mengalami kekeruhan dan berbau dari akhir Ramadhan, kemudian memasuki lebaran hingga saat ini, Tim Laboratorium dan Bagian Produksi PDAM Kota Balikpapan masih berupaya melakukan tindakan perbaikan pada proses Pengolahan Air bersih pada dua Instalasi Pengolahan Air Minum terbesar milik PDAM Kota Balikpapan, yaitu IPAM Batu Ampar dan IPAM Kampung Damai, mengingat kedua Instalasi tersebut sumber air bakunya berasal dari Waduk Manggar, memang faktor utamanya yang menjadi penyebab kekeruhan tersebut berasal dari sumber waduk manggar itu sendiri, dimana telah terjadi perubahan terhadap kualitas air baku waduk manggar pada saat Peningkatan curah hujan yang menyebabkan debit air waduk bertambah dan diikuti dengan perubahan kualitas air waduk/ air baku, disaat level waduk yang Terus meningkat sampai hari ini, dimana level waduk menjadi 10,41 meter (Minggu, 31/05), dari peningkatan level tersebut karena curah hujan yang tinggi, ternyata mengakibatkan kualitas air waduk menjadi menurun, dimana Air hujan menyebabkan endapan lumpur yang sudah lama berada di dasar dan kemudian dipertengahan muka air waduk ikut terangkat serta terlarut, sehingga mengakibatkan beban di unit pengolahan beroperasi dengan berat (air susah diolah) dan kekeruhan warna air, zat melayang (TSS) serta zat besi pun meningkat. Akibat dari Kekeruhan yang terjadi pada air baku juga mempengaruhi daya ikat air terhadap oksigen sehingga kualitas oksigen terlarut (DO) menurun, kemudian zat organik juga ikut meningkat dan juga merupakan salah satu yang menyebabkan air baku waduk manggar menjadi bau.

Dimana yang perlu diketahui parameter kualitas air baku waduk manggar dari Warna, Kekeruhan, TSS (zat melayang) dan Besi Total mengalami peningkatan jika di bandingkan dengan bulan sebelumnya, perlu diketahui oleh masyarakat bahwa Waduk Manggar harus memenuhi standar Air Baku Kelas I, artinya, air baku yang memang masuk dalam katagori sumber air yang pantas untuk diolah menjadi air bersih atau air minum (Layak Konumsi), sesuai dengan “Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, (Tanggal : 14 Desember 2001), Tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,” berikut laporan secara rinci perubahan parameter terhadap hasil Kualitas Air Baku Waduk Manggar.

Perubahan Level Waduk Manggar : 

Sehingga hasil analisa terhadap parameter yang mengalami penurunan kualitas, terutama dalam hal ini beberapa parameter yang menjadi meningkat antara lain :Berdasarkan data dari parameternya :
1. Warna meningkat sebesar 72,43% (Dari April 272 PtCo menjadi 469 PtCo pada Mei).
2. Kekeruhan meningkat sebesar 109,68% (Dari April 31 NTU menjadi 65 NTU pada Mei).
3. Besi Total meningkat sebesar 45,71% (Dari April 3,5 mg/L menjadi 5,1 mg/L pada Mei) Standar Air Baku 0.3 mg/L.
4. Zat Organik meningkat sebesar 15,79% (Dari April 19 mg/L menjadi 22 mg/L pada Mei)

Dengan kondisi seperti ini, Direktur Utama PDAM Kota Balikpapan mengatakan bahwa Proses Pengolahan air tidak dapat dilakukan untuk STOP Produksi sementara waktu, mengingat permintaan kebutuhan air sangat tinggi di masyarakat atau pelanggan, disatu sisi Kualitas air Baku yang menurun, Produksi air bersih harus terus diolah secara kontinyunitas tanpa berhenti, dilihat dari hasil analisa laporan kualitas air baku sampai bulan Mei 2020, hasil analisa mengalami peningkatan yang sangat Drastis dari minggu ke minggu, hingga sampai hari ini pun Tim Instalasi Pengolahan Air Minum dan Laboratorium PDAM Kota Balikpapan terus berupaya dalam meningkatkan dosis obat air (penggunaan chemical) dimana dalam penggunaannya mengalami peningkatan 2 kali lipat, perlu diketahui oleh pelanggan tahapan peningkatan obat air ini berjenjang, atau perlu proses dalam pembubuhannya, mengingat cara yang dilakukan ini dengan Kondisi Instalasi terus Beroperasi secara Kontinyu tanpa STOP Produksi, dengan tujuan agar masyarakat tetap dapat menggunakan Air dari PDAM, disini menjadi tantangan bagi PDAM dalam menanggulangi permasalahan air baku yang terjadi, dengan mempertahankan Kualitas, Kuantitas dan Kontinyunitas, semoga proses yang sedang berjalan dalam penambahan dosis obat air ini, sesuai dengan dosis optimal yang dapat menghasilkan air bersih sesuai dengan standar air minum di setiap IPAM, Khususnya IPAM yang sumber air bakunya berasal dari Waduk Manggar.

 

Dengan keadaan seperti ini Direksi PDAM Kota Balikpapan memohon kepada pelanggan untuk sabar menunggu dalam proses pemulihan kembali, dimana PDAM sudah melakukan upaya-upaya seperti monitoring dan jarts kualitas air baku setiap jamnnya (untuk mendapatkan dosis optimum), melakukan penambahan udara (oksidasi) melalui surface aerator di waduk manggar, pengurasan Pada pipa Distribusi, pipa air baku atau transmisi serta pengurasan di Instalasi Pengolahan Air Minum itu sendiri dari clearator/pulsator, Filter dan Reservoir, Direksi juga meminta kepada pelanggan untuk turut memantau perubahan Kualitas air PDAM yang terjadi dirumah pelanggan, apabila masih ada ketidak sesuaian, mohon untuk segera lapor ke Call Center di 0542 878991/878992 - sms center 0816200110 dan sekali lagi PDAM Kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini. (naim)

Rabu, 06 Mei 2020

Darurat Stop Produksi, Pipa Air Baku IPAM Kampung Damai Mengalami Kerusakan

Balikpapan,NMK-Diluar dari perkiraan, Selasa Malam ini, 05/05/2020, Jam 20.00 Wita IPAM Kampung Damai Harus Stop Produksi sementara waktu karena adanya kerusakan Pipa Air Baku / Transmisi 600 mm steel dilokasi Belakang Hutan Pesantren Mardhatillah KM.8, Kegiatan perbaikan akan dilaksanakan malam ini juga dengan Target Pekerjaan 1 x 12 Jam (lebih cepat lebih baik), dari perbaikan tersebut 45% Pelayanan Air bersih Kota Balikpapan terganggu.

Suryo Hadi Prabowo selaku Kasubag Customer Services menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini, mengingat Kebocoran tersebut baru diketahui Selasa sore ini Jam 16.45 Wita tadi (05/05), apalagi kegiatan ini bersifat Darurat, maka PDAM Kota Balikpapan secara mendadak harus memperbaiki kebocoran tersebut malam hari ini juga, untung nya saja jalur transportasi dalam mempersiapkan peralatan operasional perbaikan masih bisa dilalui, sehingga harapannya pekerjaan ini sebelum subuh dapat diselesaikan dengan cepat, tinggal proses Normalisasi setelah perbaikan harus bersabar menunggu kembalinya airnya ke rumah pelanggan, karena tergantung waktu dan jarak, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri, apalagi kondisi saat ini suasana Ramadhan penggunaan air lebih besar, yang biasanya pelanggan menggunakan air pada pagi hari sekarang saat subuh dini hari pelanggan sudah pada buka kran air bersama – sama untuk kegiatan Ramadhan, jelas Suryo HP.
Suryo menyampaikan sekali lagi permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidak nyamanan ini, terutama kepada pelanggan yang daerahnya lebih dahulu mengalami tekanan distribusi yang kecil bahkan Tidak mengalir lebih dahulu. 
Adapun aliran Produksi IPAM KAMP. DAMAI : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp.Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan, Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Jalan Beler, Dam, Sebagian Daun Village, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM KP.Damai. (hmsPDAM/naim)

Jumat, 30 November 2018

Pengurus DPC Peradi Balikpapan Periode 2018-2023 Resmi Dilantik

Pelantikan Pengurus DPC Peradi Balikpapan  Periode 2018-2023, Kamis (29/11) di  Hotel Gran Tiga Mustika Balikpapan

BALIKPAPAN, NMK - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  cabang Balikpapan memiliki pengurus baru, terbukti dengan pelantikan pengurus barunya.


Pelantikan yang dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Peradi, DR. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H digelar di ballroom Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan, Kamis (29/11).


Ketua terpilih DPC Peradi Balikpapan  Hj. Nur Aain, S.H., M.H.  akan menjabat sampai 2023. Ia akan dibantu oleh puluhan advokat yang mempunyai bidang masing-masing, tentunya dalam bidang hukum.


Nur Aain berpendapat bahwa ia hanya meneruskan tongkat estafet kepengurusan. "Ini tinggal melanjutkan yang lama, terdekat kita mengadakan Diklat untuk memulai program Peradi pengurus yang baru ini," jelasnya.


Ia menambahkan bahwa para pengurus yang baru harus bekerja secara profesional. Dikatakannya dengan tegas bahwa profesi ini bisa menyasar ke bidang apa saja, namun tak boleh melupakan jati diri sebagai seorang advokat.


"Pengurus boleh bekerjasama dengan siapa saja, tapi tidak boleh keluar dari koridor hukum," terangnya seusai pelantikan.


Ketua DPC Peradi Balikpapan Nur'ain, SH, MH

Para calon advokat banyak yang ingin masuk dalam jajaran Peradi, katanya, namun hanya sedikit yang berhasil.


Nur'ain menuturkan bahwa ujian advokat di Peradi terbilang sulit. 11 orang Peradi DPC Balikpapan  mengikuti pelantikan Sumpah dan Janji di ruangan Gubernur Kaltim pada Senin (26/11).


Seperti diketahui sebelumnya, Peradi Balikpapan melaksanakan musyawarah cabang (Muscab) ke-2 dengan tema "Melalui Musyawarah Cabang, Meningkatkan Kebersamaan Pelayanan Bantuan Hukum bagi Masyarakat Pencari Keadilan".


Muscab ketika itu dihadiri Ketua Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPN) KPPA Feri Firman Nurwahyudi SH MH dan 100 advokat digelar di Hotel Gran Tiga Mustika Balikpapan dari pagi hingga sore, Selasa (8/5).


Pemilihan Ketua Peradi Cabang Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Sidang Syahrani SH didampingi Rony A Sekedang SH dan Fatul Huda SH berlangsung seru. Di awal perhitungan, dua kandidat Suprana Jaya SH dan Hj Nur Ain SH MH berkejaran dalam perolehan suara.


Di tengah perhitungan separuh dari jumlah surat suara, kekuatan imbang. Menjelang akhir perhitungan, akhirnya Nur Ain mengumpulkan suara terbanyak, 55 suara, Suprana Jaya 38 suara dan satu surat suara rusak karena menulis dua nama kandidat. Total suara yang masuk 94 suara.


Dengan demikian, Nur Ain terpilih untuk menduduki Ketua Peradi Balikpapan periode 2018-2023 menggantikan ketua yang lama periode 2013-2018, Robert Wilman Napitupulu SH.(naim) 

Rabu, 28 November 2018

2018, PDAM Balikpapan Alami Peningkatan Layanan Pelanggan Sekitar 20 Persen

BALIKPAPAN, NMK- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirta Manggar Kota Balikpapan telah selesai melakukan Survei Kepuasan Pelanggan 2018, untuk menerapkan Sistem Manajemen Terpadu salah satunya ISO 9001:2015

Pelaksanaan yang dilakukan kurang lebih selama tiga bulan sejak bulan September hingga tanggal 27 November 2018 ini, sudah menunjukkan hasil terhadap tingkat kepuasan Pelayanan PDAM kepada pelanggannya. 

Menurut Direktur Utama PDAM Balikpapan Haidir Effendi, survei ini telah menunjukkan kondisi nyata pelayanan air bersih PDAM kepada pelanggan di Kota Minyak selama satu tahun terakhir.

Kegiatan survei yang dilaksanakan secara random dengan data pelanggan atau koresponden yang sudah ditentukan sebanyak 2.500 sambungan rumah.

"Hasil survei akan menjadi rujukan PDAM untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujar Haidir

Untuk mendapatkan hasil objektif, terang Haidir, PDAM menggandeng pihak ketiga dalam pelaksanaan survei kepuasan pelanggan. 


“Dalam melakukan survey, kami menggandeng Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang sebagai konsultan pelaksana survey dan Akatirta merupakan Yayasan Oendidikan Air Minum yang menjadikan rujukan bagi PDAM se-Indonesia, dibawah pimpinan Awaluddin Setya Aji, S.T., M.ENG., IPM", terangnya pada acara Paparan Hasil SKP dan Penutupan Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan Tahun 2018, Selasa (27/11).

Awaluddin Setya Aji, S.T., M.ENG., IPM, mengatakan, sebagaimana yang perlu diketahui bersama bahwa hasil SKP tahun 2018 dapat disimpulkan terjadi perubahan terhadap penilaian dan tingkat kepentingan pelanggan terhadap pelayanan PDAM Kota Balikpapan.

"Pada tahun 2017, sangat puas 5,70% mengalami kenaikan menjadi 19,56% tahun 2018, kemudian cukup puas di tahun 2017 : 51,71% menjadi 51,04% tahun 2018, dan puas : 37,85% tahun 2017, menjadi 23,89% di tahun 2018", urainya.

Haidir menambahkan, hasil survey ini harus menjadi semangat bagi PDAM Kota Balikpapan untuk terus meningkatkan pelayanan yang profesional kepada pelanggan, agar pada tahun berikutnya perusahaannya menjadi lebih baik.

Dalam sambutannya Haidir mengajak kepada seluruh Pegawai PDAM Kota Balikpapan agar nilai SKP 2018 ini, menjadi cambuk bagi semua pegawai untuk terus bekerja dan bekerja.

"Bekerja dengan semangat yang luar biasa, selalu ber-inovatif, kreatif dan disiplin, bersama-sama membangun dan mengelola bisnis PDAM menjadi bermanfaat bagi Masyarakat dan pelanggan dengan semangat PDAM yang Ramah, Cepat dan Berkualitas," paparnya.

Kendati demikian Haidir mengakui, masih ada kekurangan dalam pelayanan PDAM Kota Balikpapan. 

Namun demikian PDAM tetap berkomitmen untuk selalu berupaya memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, sebagaimana kebijakan Mutu PDAM Kota Balikpapan.

“Mengupayakan kepuasan pelanggan melalui  standar mutu terbaik, handal dalam pekerjaan, prima dalam pelayanan serta melakukan pengembangan yang berkesinambungan," tandasnya. (naim/rilis).

Ingin Bangun Kesadaran dan Persepsi Positif Industri Sawit, PWI Gandeng GAPKI Gelar Workshop Jurnalistik


Balikpapan, NMK-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonrsia (GAPKI) membahas industri kelapa sawit guna meningkatkan pemahaman para wartawan dan netizen di Balikpapan.

Pembahasan industri yang masih dipandang kontra sebagian netizen ini dikemas dalam Workshop Jurnalistik, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai kalangan.

Worksop ini menghadirkan Ketua Bidang Komunikasi DPP GAPKI  Tofan Mahdi, Achmad Maulizal S Corporate Secretary BPDP KS dan Muhamad Ihsan Pemimpin Umum Warta Ekonomi.

Salah satu yang mencuat dalam pembahasan ini adalah faktor yang mempengaruhi harga sawit yang acap kali dijadikan komoditas hoaks (berita bohong) oleh pihak yang tidak senang dengan industri yang satu ini.

"Memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi anjloknya harga sawit, seperti: over suply atau kelebihan pasokan, perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, kampanye negative yang dilakukan kalangan tertentu dari negara Eropa dan Amerika dan  bea masuk yang tinggi oleh negara-negara tertentu seperti India serta rendahnya daya serap pasar dalam negeri", jelas Tofan dalam pemaparannya pada Workshop Jurnalistik di Swiss Bell Hotel Balikpapan, Rabu (28/11).

Kendati demikian semua faktor itu bersifat sementara saja atau kondisional dan pada saat tertentu harga sawit  akan pulih kembali yang dapat mendongkrak perekonomian rakyat.

Tofan meyakinkan peserta dengan mengutip sebuah ayat Alquran, " Dibalik kesulitan akan ada kemudahan".

Sementara Asmal Arif dari DPD GAPKI Kaltim menyanggah anggapan yang negative terhadap industri sawit.

Pasalnya, kehadiran industri sawit acap kali berbenturan dengan tatanan kehidupan masyarakat setempat, seperti sengketa lahan yang nota bene merupakan berstatus tanah adat.

Kendati demikian Asmal mengakui bahwa dari sekitar 400 perusahaan sawit di Kaltim, baru 95 perusahaan yang tergabung dalam GAPKI. Jadi GAPKI Kaltim, jelas, Asmal hanya mewakili 23,75% dari total keseluruhan perusahaan sawit yang beroperasi di Kaltim.

"Kalaupun ada perusahaan sawit seperti itu jangan salahkan sawitnya, tapi proteslah kepada yang memberikan izin usaha", ungkap Asmal.

Sedangkan Maulizal mengatakan bahwa sala satu awarness atau kesadaran terkait industri  yang patut dicatat adalah kehandalannya.

"Indonesia pernah menjadi produsen utama tujuh jenis komoditas perekebunan strategis, tapi sekarang hanya sawit yang masih menjadi komoditas andalan bagi perekonomian Indonesia", ungkap Mulizal.

Apa lagi, menurut Asmal, produk dari sawit yang diversifikasinya atau turunannya ratusan lebih jenisnya menjadi kebutuhan manusia 1x 24 jam. " Sawit ini sudah menjadi kebutuhan orang mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi", tegas Asmal. (naim)

Rabu, 24 Oktober 2018

Pembakaran Kalimat Tauhid di Garut, Rahmad : Jaga Kondusifitas Kota Balikpapan

BALIKPAPAN, NMK-Wakil Walikota Balikpapan, Rahmad Masud menghimbau masyarakat Balikpapan, agar tetap menjaga keamanan kota. 

Hal ini dikatakan menyusul, pembakaran tulisan kalimat tauhid di Garut, baru-baru ini. 

Pasalnya, kondisi ini memicu adanya gerakan massa dibeberapa daerah di tanah air. 

"Masyarakat Balikpapan, jangan sampai terprovokasi dengan kondisi ini. Semaksimal mungkin kita ciptakan kondisi Balikpapan, aman dan nyaman," ungkapnya. 

"Jangan sampai masyarakat Balikpapan, menggerakan massa yang hanya meresahkan masyarakat secara umum," jelasnya.

Barlah proses hukumnya berjalan. "Masyarakat Balikpapan, tetap menjaga kondisi kota yang bermartabat," tandasnya. (naim)

Jumat, 28 September 2018

Pemkot Balikpapan Giatkan Pembauran Kebangsaan Guna Antisipasi Kekhawatiran Gejolak Disintegrasi

BALIKPAPAN - Spirit kebangsaan Indonesia belakangan ini terancam oleh degradasi ideologi yang cenderung merusak nilai heterogen kebangsaan. Hal ini sangat membahayakan bagi nilai perdamaian dan persatuan Republik Indonesia. 

I Ketut Rasna Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, menyatakan, ada hal yang patut dikhawatirkan untuk masa depan bangsa Indonesia termasuk di Balikpapan dalam ancaman disintegrasi bangsa. "Munculnya ideologi-ideogi yang berseberangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar yang perlu kita khawatirkan. Anak-anak muda rentan," ujarnya. 

Hal itu disampaikannya dalam Diksusi Kebangsaan dalam event pelantikan pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan Balikpapan Selatan di gedung aula kantor Camat Balikpapan Selatan pada Kamis (27/9/2018).

 Menurutnya, perlu dibuat suatu komitmen bersama dengan menyatukan persamaan visi misi kemajuan suatu bangsa melalui pembauran kebangsaan yang berisikan nilai keragaman kultural, etnis, dan suku budaya. "Ada yang bilang bahwa bangsa Indonesia di tahun 2030 akan bubar. Ini adalah hoax, tidak benar. Kita tetap terus menjaga negara kesatuan Republik Indonesia," tegas Ketut. 

Penting rasanya, dibuat sebuah Forum Pembauran Kebangsaan supaya menjadi wadah silaturahmi bagi komponen seluruh masyarakat yang berlatar belakang keragaman ras, suku, budaya, dan agama. "Forum pembauran perlu didukung oleh masyarakat dan pemerintah dengan koordinasi yang baik antar aparat pemerintah daerah dan instansi terkait secara profesional," ujarnya. 

Ditambahkan, Muhammad Idris Plt Camat Balikpapan Selatan, menyatakan, pembauran kebangsaan merupakan bagian penting dalam mengikat kerukunan nasional dalam upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kata dia, tantangan ke depan menghadapi berbagai dinamika kehidupan dan tetap waspada terhadap munculnya berbagai konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal yang mengancam integritas daerah. 

"Kami mendukung adanya wadah forum ini, akan menjalankan turun ke masyarakat demi menjaga persatuan masyarakat," tutur Idris. Apalagi, sebentar lagi situasi Indonesia termasuk di Kota Balikpapan akan menyambut perhelatan panggung politik pemilihan presiden dan wakil presiden, serta legislatif dan Senator.

 Pastinya, kata dia, akan memunculkan berbagai rawan konflik kepentingan yang berlatar belakang politik, karena itu peran dari forum ini diharapkan memberi kontribusi upaya pencegahan terjadinya konflik disintegrasi bangsa. 

Penyelenggaraan itu dihadiri diantaranya Camat Balikpapan Selatan, Kepala Kesbangpol Balikpapan, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Balikpapan. FPK seluruh Balikpapan sudah terbentuk, wilayah selatan yang paling terakhir dilahirkan. Dan tak ketinggalan Kapolsek dan Danramil juga ada Lurah, Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat dan tokoh masyarakat seluruh Balikpapan Selatan.

 Nurdin Ismail, Koordinator Forum Pembauran Kebangsaan, menyatakan, kegiatan ini demi mensukseskan penciptaan perdamaian di Kota Balikpapan yang dihuni beragam etnis suku, bangsa dan agama. "Melalui forum maka akan terjalin silaturahmi secara kuat dan menyeluruh demi menciptakan Keadilan Sejahtera dan solidaritas Indonesia," ujarnya.

Balikpapan itu kota yang multi etnis hidup dalam suasana penuh dengan toleransi. Forum Pembauran Kebangsaan dibentuk kepengurusan supaya organisasi forum ini berjalan secara efektif dan menyeluruh. 

Sekretaris FPK Balikpapan Selatan, Said Abdillah, yang didampingi Herawaty Ketua FPK Balsel, menyatakan, keberadaan forum pembauran akan mengambil titik sentral di tingkat bawah sebab kekuatan persatuan yang utuh itu adanya berada di tingkat bawah. "Akan rajin turun di lapangan melakukan berbagai sosialisasi edukasi dan berbagai kegiatan yang memang untuk memperkuat silaturahmi," ungkap pria yang juga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini.(naim)

Selasa, 25 September 2018

IPAM Kampung Damai Turun Produksi 45% Akibat Pipa Air Baku 600 MM PDAM Bocor

BALIKPAPAN, NMK- Pelayanan Air Bersih Terganggu PDAM Kota Balikpapan mengalami penurunan Kapasitas Produksi pada IPAM Kampung Damai dalam beberapa hari ini, mengingat adanya laporan dari pelanggan yang bermukim di daerah atas dan daerah jauh dari Instalasi IPAM Kampug Damai yang mana mengalami "Distribusi Air Tidak Lancar,". 

Ini disebabkan adanya kerusakan dan kebocoran pada jalur pipa transmisi air baku yang mengirim air baku dari Waduk Manggar menuju IPAM Kampung Damai, kerusakan tepatnya di jalur Transad Km 08. 

Pergerakan pada tanah mengakibatkan terjadinya kebocoran pada pipa air baku atau pipa transmisi, kerusakan terindikasi sejak Sabtu (22/09) pagi. Dari kondisi demikian, tim PDAM Kota Balikpapan akan menjadwalkan perbaikan pada Selasa 25 September 2018, pukul 10.00 Wita sampai selesai, (target pekerjaan maksimal 1 x 24 jam, lebih cepat lebih baik), yaitu kegiatan pelaksanaan perbaikan pipa transmisi 600 mm steel, di lokasi hutan Transad Km 8. 

IPAM Kampung Damai mengalami penurunan kapasitas produksi sekitar 40 m3/jam dari kerusakan tersebut, sehingga dalam pelaksanaan perbaikan nantinya jalur pipa baku yang mengirim air Waduk Manggar akan ditutup sementara, kemudian IPAM Kampung Damai hanya berproduksi dengan kapasitas kecil, yang air bakunya berasal dari sumur bor dengan kapasitas 226 m3/jam. 

Dengan demikian, distribusi air kepada pelanggan akan terganggu, terutama berimbas bagi pelanggan yang tinggal di daerah pemukiman atas, lembah dan jauh dari Instalasi IPAM Kampung Damai. Pekerjaan dilaksanakan dengan terencana, mengingat PDAM harus mempersiapkan perlengkapan perbaikan dan material pipa dibawa secara manual menuju lokasi perbaikan di dalam hutan Transad Km 8, dengan medan yang cukup terjal. 

PDAM Kota Balikpapan menyampaikan kepada masyarakat khususnya bagi pelanggan yang airnya masih mengalir diharapkan dapat menampung air sebagai antisipasi akan kebutuhan air di rumah. Sekali lagi PDAM Kota Balikpapan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini, terutama bagi pelanggan yang sudah mengalami "STOP Distribusi Air" lebih awal. 

IPAM Kamp. Damai, Daerah yang mengalami Gangguan, Instalasi Pengolahan Air Minum Kampung Damai : Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Sebagian Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat : Simp.Tiga Kp.Damai, Komp.Bank Duta, Perum Pos & Giro, Komp.BDS, Komp.BDI, Komp.PLN Pikitring Ring-Road, Gg.Mex, Gg.Teratai, Gg.PLN, Gg.Sampurna, Gg.Orienz, Simpang Tiga Jl.Mt.Haryono, Stalkuda, Gn.Bakaran, Sepinggan s/d Mulawarman (PJHI) Batakan, Bpp Permai, Ps.Baru, Markoni, Klandasan,Pelayaran, Prapatan, Jl.Melati, Telogorejo, Bhayangkara, Cendrawasih, Dondang, Gn.Malang, Belakang Toko Utama, Gn.Malang Radar, Auri, Marbo, Siaga, Markoni Auto 2000, Gn.Guntur, Gn.Rambutan, Gn.Kawi, Kr.Rejo, Kp.Damai (Al’Makmur), Komp.Telkom, Terminal Tangki PDAM, Gg.Agung Tunggal, Komp.Bpp.Baru, Muara Rapak, Kr.Anyar, Pdn.Sari, Pdn.Wangi, Kebun Sayur, Semoi, Kp.Baru Tengah, 21 Januari, Sepaku dan sekitarya, seluruh aliran Distribusi air dari IPAM KP.Damai. CALL CENTER PDAM 0542_878991/878992. (hms)

Sabtu, 22 September 2018

Tahun ini 1.036 KK Nikmati Pelayanan Air Bersih, Program MBR Kerjasama PDAM dan Kementerian PUPR

Balikpapan, NMK-Sebanyak 762 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mulai menikmati pelayanan air bersih program hibah MBR tahun 2018 dari pemerintah pusat bekerjasama dengan PDAM Kota Balikpapan.

Kasubag Pemasaran dan UPMT PDAM Kota Balikpapan H. Sungkowo mengatakan, program ini untuk mempermudah masyarakat Balikpapan memperoleh air bersih dengan pembayaran dicicil selama 12 bulan.

Kegiatan ini dilaksanakan April sampai November 2018 pada lima kecamatan di Balikpapan, masing-masing Balikpapan Utara untuk sementara terealisasi 762 sambungan rumah (SR), Balikpapan Kota 97 SR, Balikpapan Utara 497 SR, Balikpapan Timur 42 SR, Balikpapan Tengah 7 SR dan Balikpapan Barat 119 SR.

“Sesuai kesepakatan PDAM Balikpapan dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dilaksanakan pemasangan 762 SR. Sedangkan dalam proses pemasangan sebanyak 274 SR sehingga total pemasangan MBR 2018 sebanyak 1.036 SR,” kata Sungkowo , di ruang kerjanya baru-baru ini.

“Alhamdulillah untuk keempat kalinya kita mendapatkan bantuan MBR dari pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR sejak 2015 sampai sekarang,” akunya. Dirinya optimis program ini akan terealisasi serta memenuhi syarat secara teknis dan administrasi untuk pemasangan 1.000 SR di Balikpapan.(naim)

Senin, 17 September 2018

UPT DPU Perbaiki dan Rawat Fasum Kota Balikpapan

BALIKPAPAN, NMK - Banyaknya trotoar yang rusak akibat termakan usia, terkikis air hujan, dan rusak akibat keseringan dilindas kendaraan bermuatan, membuat perbaikan dan perawatan harus intens dilakukan. Begitu pula dengan jalan berlubang yang harus ditambal. Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang dulunya hanya mengerjakan pembersihan drainase dan tambal sulam jalan, kini sejak Juli 2018 sudah mulai melakukan pengecatan, perbaikan bahu jalan yang bersifat atau berukuran kecil. Kalau yang mempunyai tingkat kerumitan, DPU yang memperkerjakan proyeknya.

Kepala UPT DPU Kota Balikpapan, Misransyah mengatakan, UPT sekarang bukan hanya mengerjakan pembersihan drainase dan tambal sulam jalan seperti dulu. “Melainkan ada inovasi baru. Semester 2 atau tepatnya Juli 2018 seperti kami mulai memperbaiki trotoar, perbaikan tali air, dan mudah-mudahan nanti 2019 kalau ada dananya bisa ter-cover baik masalah trotoar yang ada di Kota Balikpapan. Dan 2018 ini UPT DPU baru permulaan memperbaiki trotoar itu, termasuk penutup parit yang hilang dan sifatnya bukan permanen, yaitu yang terbuat dari kayu dan bersifat sementara. Serta dengan syarat perbaikan yang bersifat kecil saja. Tapi kalau besar nggak bisa, itu ke DPU,” jelas Misransyah.

Lanjut Misranyah, ia mengakui masih memilah yang mana urgent untuk pekerjaan penanganan perbaikan. “Kami nggak ada pihak ketiga karena karyawan UPT sendiri ada 106 tenaga kerja,” tuturnya. Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pemeliharaan Jalan dan Pembangunan Drainase, Fajar Juliarman menambahkan, sesuai dengan tugas UPT DPU, karena termasuk pekerjaan swakelola yang berarti pekerjaan yang dilaksanakan oleh PU sendiri.
“Sejak 2017 mencoba ekspansi untuk memperluas wilayah kerja. Yaitu saya bentuk lagi regu pengecoran. Nah bisa merangkap sebagai pekerjaan perawatan dan median jalan. Jadi banyak tuh, median dan paving blok trotoar yang sudah lepas, itu regu yang melaksanakannya se-Balikpapan. Dan ada lagi perawatan regu yang menangani deker gorong-gorong jembatan, meliputi pekerjaan dan perawatan pengecetan. Jadi saya bilang sudah lengkap, semua pekerjaan ke PU-an yang sifatnya swakelola sudah bisa kami lakukan. Termasuk juga kalau merintis rumput di pinggir jalan, kami juga yang melaksanakan,” tuturnya.

Dia menambahkan, apa yang dilakukannya sudah membuahkan hasil dan mampu ditangani. Akan tetapi masih ada kendala perihal keterbatasan personel, kebutuhan material, yang digunakan, serta tenaga skill petugas UPT.

“Misal, seumpama dengan material yang ada sekarang itu dalam satu bulan bisa menghabiskan 15 sampai 20 kaleng cat, jadi stop dulu pekerjaan, nunggu dulu ada orderan dating. Begitu pun paving blok, dalam satu tahun untuk menghabiskan 1.000 biji itu sebentar saja. Walaupun trotoar yang direncanakan PU menjadi koral sikat, tapi kan masih ada paving dan itu yang kami rawat,” terangnya.
Selain itu, masih ada kendala yang menjadi masalah berkaitan dengan skill personel UPT PU. “Tidak semua personel kami memiliki keahlian. Misal bikin gorong-gorong, dari segi engineering mereka nggak ada sekolahnya, beton ukurannya segini, penulangan diameter sekian, campuran komposisi sekian. Kalau tidak kami arahkan, mereka nggak akan paham. Sama seperti pasang paving blok, bikin koral sikat, makanya belum kami sentuh,” tuturnya.

Fajar mengharapkan adanya training pengerjaan, mengingat di Jalan Jendral Sudirman sudah banyak yang rusak dan belum berani disentuh, dalam artian belum berani mengerjakannya. Karena tenaga personel belum memiliki keahlian. “Saya sudah pernah ngasih permintaan agar mereka di-trainingdari yang sudah ahlinya, sehingga mereka (karyawan UPT, Red.) nantinya bisa pasang yang rapi,” harapnya.

Ditambahkan, ada juga regu yang membuat manhole. Untuk sifatnya jangka sementara. Mengingat demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. “Saya juga laporkan kepada Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPU Rita, manhole banyak yang rusak, supaya usulkan kegiatan untuk dikasih penutup yang permanen, apakah dibuat cor beton atau besi,” imbuhnya.

Fajar melanjutkan, perlunya didukung personel, peralatan dan bahan juga yang memadai, supaya pekerjaan itu bisa dilaksanakan. “Kami satu UPT saja untuk se-Balikpapan. Makanya, kami mohon maaf sekali untuk warga, contoh Manggar atau bagian Kecamatan Balikpapan Timur jarang. Karena, untuk memenuhi di kota saja kewalahan, setiap hari nggak ada berhentinya Asphalt Mixing Plant (AMP) masak 1 ton, untuk menambal jalan berlubang, serta perbaikan yang lain,” pungkasnya. (naim)

Selasa, 11 September 2018

Pipa PDAM di Jalan Soekarno-Hatta Km 2 Suryo : Mohon Maaf Penyaluran Air Terganggu

Balikpapan-PDAM berhasil mengidentifikasi kebocoran pipa jenis pvc berdiameter 250 mm di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 2.



Staf Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Balikpapan, Suryo Hadi Prabowo mengatakan, kerusakan pipa di sebelah gapura masuk Jalan Padat Karya sehingga PDAM harus memperbaiki hingga Senin (10/09/2018) pukul 22.00 wita.




“Kami targetkan perbaikan selesai selama 1×24 jam. Ya, lebih cepat lebih baik,” kata Suryo.




Adanya perbaikan tersebut terang Suryo, maka distribusi air bagi pelanggan di daerah jauh dan perbukitan mengalami penurunan.




“Soalnya saat pengerjaan pipa distribusi air ke pelanggan disetop,” akunya.
Adapun daerah yang mengalami gangguan diantaranya Jl Padat Karya, Jl Telindung , Jl Sidodadi, Jl Sidomulyo , Jl Asrama Bukit, Jl Gunung Bugis, Jl Gunung Polisi, Jl Inpres 1 sampai 4, Jl Komplek BPD Gunung Empat.




Atas terganggunya distribusi air tersebut, PDAM Balikpapan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan yang mengalami gangguan.
“Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih,” pungkas pria murah senyum ini. (baim)

Senin, 10 September 2018

H.Sutrisno Terpilih Jadi Ketua MUI Balikpapan Kota

Balikpapan,NMK-Tokoh masyaraka Balikpapan H. Sutrisno SE resmi terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Balikpapan Kota dalam musyawarah yang diadakan di kantor Kecamatan Balikpapan Kota, belum lama ini.

"Ini sebuah amanah yang harus saya jalan kan dengan baik," kata Sutrisno yang merupakan pengusaha sukes, bos Trisula Collection dan juga owner rumah makan Nyiurku kepada media ini saat, ditemui di tempat acara.

Sutrisno yang merupakan seorang pengusaha ini mengaku terkejut dan tak kuasa menolak saat tim formatur mayoritas memberikan suara kepada dirinya.

"Dengan mengucapkan Bismillah, menerima amanah yang diberikan para peserta," kata Sutrisno.

Sutrisno menyampaikan bahwa program utama yang dilaksanakan nanti adalah menjaga dan menciptakan kerukunan di antara umat beragama, selain itu juga menjaga masyarakat dari pengaruh radikalisasi dan paham yang bisa merusak masyarakat.

 "Kami akan terus membangun hubungan yang baik diantara masyarakat," ujar Sutrisno yang juga aktif di paguyuban Jawa. Sutrisno pun yakin masyarakat Balikpapan Kota yang beraneka suku dan agama ini bisa menjaga hubungan dan persaudaraan di antara mereka. 

Adapun susunan kepengurusan Harian MUI Balikpapan Kota yaitu : Ketua : Sutrisno SE, Hari Suyono, Sekretaris : S Ya mani, H.Achmad Saudi. Bendahara : Rabi Atul Adawiyah, Mustajib. (naim)

Jumat, 07 September 2018

Kini Pemkot Balikpapan Miliki Angkutan Mini Bersolek Guna Mengatasi Sampah dalam Lorong

BALIKPAPAN,NMK-  Pemerintah Kota Balikpapan patut diacungi jempol karena terobosannya dalam mengatasi sampah hingga ke lorong - lorong yang tidak bisa dijangkau mobil truk yang selama ini digunakan mengangkut sampah.

Betapa tidak,  melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini kota minyak ini memiliki Proyek Perubahan Angkutan Sampah Mini Bersolek (Aksi Bersolek) dengan kendaraan roda tiga.

 Program ini jauh lebih efisien bila dibandingkan dengan alat angkut yang digunakan selama ini.
Seperti yang dikemukakan Kepala Sub Bagian Persampahan dan Prasarana DLH Kota Balikpapan Andi Irwan ketika ditemui media ini di ruang kerjanya Kamis (5/9).

"Dengan kendaraan ini kita akan melayani sampah hingga ke gang - gang. Karena selama ini masyarakat menilai Pemerintah hanya melayani sampah di jalan utama, dan pinggir jalan. Sehingga banyak masyarakat menaruh sampahnya dipinggir jalan," kata Irwan.

Menurut Irwan, selama ini sampah yang dibuang masyarakat di pinggir jalan itu terkadang menimbulkan masalah baru, karena diobok-obok pemulung dan binatang-binatang yang mencari makan di sekitar tempat pembuangan tersebut .

"Terkadang sampah yang dibuang warga di tempat penampungan sementara di pinggir jalan berserakan karena diobok-obok pemulung dan hewan seperti kucing atau anjing", jelas Irwan.

Menurut Irwan dengan alat angkut ini, penangan sampah  lebih efisien dan daya jangkaunya lebih dahsyat karena mampu menembus hingga ke gang-gang.

"Penanganan sampah dengan angkutan mini bersolek (bersosialisasi sambil bekerja) ini baik dari segi sumber daya manusia maupun jangkauannya mengatasi sampah bilang dibanding dengan nenggunakan mobil truk", jelas Irwan.

Dari segi SDM, lanjut Irwan, kalau dengan mobil truk selama ini yang ditempuh pihaknya menggunakan enam orang sedangkan dengan mini bersolek ini hanya satu orang.

"Sedangkan biaya pengadaannya,  kemarin harga perunitnya Rp 49 juta. Sangat efisiensi karena dengan alat ini bisa mengangkut sampah ke dalam Gang. Anggarannya menggunakan dana DAK. Pengendalian sampah ini penting, hingga tidak menjadi polemik," tambahnya.

Ketika ditanya sudah berapa unit mobil mini roda tiga ini yang telah dimiliki DLH, Irwan mengatakan baru tuju unit.

"Tahun ini DLH menganggarkan 13 unit kendaraan, namun hanya terealisasi 7 unit kendaraan roda tiga. Dengan kendaraan roda tiga ini DLH bisa melayani sampah sampai ke dalam gang, lebih efisiensi dibandingkan dengan truk", ujar Irwan.

Untuk itu, tambah Irwan, supaya program ini bisa berjalan lebih cepat sehingga mampu melayani seluruh wilayah Kota Balikpapan maka pihaknya akan meminta  dukungan pihak swasta.

"Kedepan kami akan mencoba meminta dukunga pihak luar seperti kalangan sawasta yang nota bene memiliki program kepedulian sosial yakni CSR", papar Irwan.

Irwan yakin dengan program barunya menangani sampah ini, akan lebih mendongkrak PAD Kota Balikpapan.

"Karena warga yang yang selama ini berada di pemukiman yang tidak bisa dijangkau truk pengangkut sampah sehingga mengeluarkan biaya sampah lumayan mahal, sampai Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu akan beralih ke layanan pemerintah yang hanya mematok retribusi sampah sebesar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu", urai Irwan.

Sementara Kepala DLH Kota Balikpapan Suryanto mengatakan bahwa jika program ini benar-benar sudah berjalan dengan baik nantinya,  akan ada perubahan Perda terkait pembuangan sampah."Perda buang sampah akan lebih ditingkatkan,"tegasnya.

Ini dimaksudkan, kata dia, agar masyarakat tepat waktu untuk buang sampah sehingga jam buang sampah dirubah dari jam 6 magrib dan jam 6 pagi.(naim)

Kamis, 06 September 2018

BI Gandeng Pemkot Bahas Parawisata Balikpapan Jadi City of Borneo

BALIKPAPAN, NMK - Upaya mendongkrak tren perekonomian Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur melalui ceruk pasar sektor pariwisata, Kantor Perwakilan Bank Indonesia menggelar diseminasi dan diskusi publik yang hadirkan para pengusaha, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, dan komunitas ekonomi kreatif.

Pelaksanaan diskusi tersebut mengangkat tema “Mendorong Sektor Pariwisata Kota Balikpapan Sebagai City Of Borneo” dilangsungkan di Hotel Novotel Balikpapan pada Rabu (5/9/2018).

Diseminasi dan Diskusi Publik ini dibuka langsung oleh Bapak Walikota, Rizal Effendi dan dilanjutkan dengan diseminasi hasil rapat evaluasi kebijakan ekonomi dan keuangan daerah Kawasan Timur Indonesia oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani.

Rumah Khusus di Kaltara Baru Dibangun Sebanyak 195 Unit, Ada di Tarakan dan Sembakung Kata Suharman, Kawasan Timur Indonesia (KTI) memiliki potensi pariwisata yang besar.

Sektor pariwisata berkontribusi terhadap perekonomian Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada tahun 2017 tercatat sebesar 6,42 persen lebih tinggi dari nasional yang hanya sebesar 4,15 persen.

Dia ungkapkan, dari sisi devisa, sumbangan devisa pariwisata KTI pada tahun 2017 pun tercatat sebesar USD6,6 miliar, meningkat 15,17 persen dari tahun ke tahun dibandingkan di tahun 2016.

"Kontribusi ditopang oleh wilayah Bali yang memang menjadikan sektor pariwisata sebagai penopang utama perekonomian," ungkap Suharman.

Telanjur Rencanakan Liburan ke Luar Negeri tapi Rupiah Lagi Melemah? Ikuti 6 Tips Ini Secara spasial, tambah dia, pada wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua memiliki potensi pariwisata kekayaan bawah laut dan peninggalan purbakala diperkaya dengan aspek budaya seperti Morotai, Wakatobi, dan Tana Toraja.

Sementara itu, jelas Suharman, wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang memang sudah terkenal memiliki berbagai Daerah Tujuan Ekowisata (DTE) yang potensial.

Sedangkan pada wilayah Kalimantan juga memiliki potensi wisata yang unik dan berbeda. "Ada karakteristik hutan hujan tropis dengan berbagai varietas flora dan fauna sesuai untuk wisata edukasi dan adventure," urainya.
Kurs Jual Dollar AS Tembus Rp 15.000 di Bank Mandiri, BCA, dan Bank CIMB Terungkap bahwa ada beberapa taman nasional dan taman konservasi eksisting seperti Taman Wisata Baning, Taman konservasi Mangrove, Taman Nasional Kutai, yang bisa dikembangkan untuk jenis wisata tersebut.

Diskusi publik yang dimoderatori oleh Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Balikpapan, Thomy Andryas. Turut pula dihadiri dua narasumber yaitu Dedy Cahyono selaku Ketua IHGMA Balikpapan. Dan juga ada Sani Gazali selaku perwakilan Forum Ekonomi Kreatif.

Pelaksanaan diskusi publik tersebut terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian dan ditindak lanjuti yakni Penguatan Destinasi Wisata Lokal, perlu ada Optimalisasi Enabler Pariwisata, dan gerakan Penguatan Modal Pariwisata.

"Harapanya kegiatan ini dapat menjadi awal perkembangan sektor pariwisata Kota Balikpapan," tegas pria berkacamata ini. (na)

Selasa, 28 Agustus 2018

Selain Jalan, UPT Balikpapan Ternyata Juga Urus Trotoar dan Jembatan

BALIKPAPAN, NMK – Selain melakukan pengerukan sedimen tanah dan tambal sulam jalan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan saat ini juga mengurus perbaikan trotoar dan pengecatan median jalan.

Kepala UPT DPU Kota Balikpapan Misransyah membenarkan, untuk proses perbaikan trotoar sudah menjadi tanggung jawab pihak UPT DPU, dimana pihaknya hanya memperbaiki paving blok yang rusak atau hilang saja, sementara untuk pembuatan trotoar baru bukan kewenangannya.

“Kalau pembuatan trotoar baru itu ranahnya bidang Binamarga, sementara kami hanya memperbaiki kerusakan paving blok yang ada di trotoar,” ujar Misransyah kepada media ini, belum lama ini.

Ia menambahkan, untuk proses perbaikan trotoar ini pihak UPT memiliki petugas sendiri dimana ada petugas yang bertugas mencari titik lokasi mana saja yang akan diperbaiki dan petugas yang melakukan proses perbaikannya.“Selain paving blok, petugas kami juga membuatkan kembali penutup sementara saluran drainase yang hilang,” sambungnya.

Diakui Misransyah, memang ada beberapa titik dijumpai penutup saluran drainase yang hilang, hal ini tentunya sangat berbahaya bagi pejalan kaki yang menggunakan trotoar, kalau tidak hati-hati bisa saja terjatuh ke dalam lobang saluran drainase.

“Untuk itu kami buatkan penutup sementara dari kayu ulin, sambil menunggu pembuatan penutup yang lebih permanen dengan cor beton,” akunya.

Saat ini petugas UPT DPU juga bertanggung jawab terhadap proses pengecatan trotoar yang paving bloknya kusam, ada petugas khusus yang melakukan pengecatan ini, selain paving blok proses pengecatan juga dilakukan di beberapa jembatan yang ada di Balikpapan.

“Kami juga mengecat jembatan-jembatan yang kondisi catnya luntur agar menjadi tampak lebih berwarna, seperti di jembatan dekat BLK dan paving blok di trotoar jalan Ruhui Rahayu, Gunung Bahagia,” tutup Misransyah. (naim)

Pemkot Balikpapan Akan Tetapkan 50 Sekolah Jadi Ramah Anak.




Balikpapan, NMK-Pemkot Balikpapan bakal menetapkan 50 lembaga pendidikan formal di kota ini sebagai sekolah ramah anak.
Hal itu mengacu Surat Keputusan Walikota Balikpapan untuk menjamin hak anak terpenuhi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin. Namun, ia tidak merinci mana saja yang akan dijadikan sekolah ramah anak tersebut. 
Ia berujar, penetapan sekolah ramah anak dilakukan bertahap lantaran kondisi sarana dan fasilitras sekolah belum merata. Salah satu implementasi Perpres 2017 tentang Pendidikan Karakter menjadikan sekolah ramah anak.
“Kedua, bagaimana supaya sekolah ramah anak tentu sarana prasana di skeolah harus dilakukan,” ujar Muhaimin.
Ia bilang, penetapan sekolah ramah anak untuk mewujudkan Balikpapan menuju Kota Layak Anak sebagai bagian integrasi komitmen dan pengembangan sumber daya pemerintah. Tujuannya menjamin terpenuhinya hak anak di Balikpapan.
Karena itu, sambung Muhaimin, rencana ini tidak bisa dilakukan pada seluruh sekolah. “Tapi kita lihat kondisi sekolah. Misal sekolah harus asri, lingkungan sehat. Nah kriteria itu yang harus dilihat. Yang sekarang sudah menjadi sekolah ramah anak adalah SD Bhayangkari dan KPS,” ujarnya.
Muhamin melanjutkan, untuk menjadikan sekolah ramah anak, leading sektor adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.
“Karena program dari mereka tapi edukasi guru, kemudian kegiatan belajar ada di kami. Jadi kami mensupport,” ujarnya. (naim)
Ihwal anggaran, lanjutnya, secara simultan jika sarana prasana ada, kemudian peningkatan kualitas guru ada, dinas juga. “Sekolah negeri sebenarnya siap saja, tapi sekolah swasta lebih mudah karena ada partisipasi orangtua. Kalo negeri kan semua menjadi tanggungjawab pemerintah jadi perlu bertahap.”
Kendati begitu, Muhaimin optimis, kelak seluruh sekolah di Balikpapan menjadi ramah anak. Khususnya sekolah negeri. Meski kondisi masing-masing sekolah berbeda. “Insya Alah, kita sampaikan sekolah negeri ke depan harus menjadi sekolah ramah anak,” ujarnya. (naim)