.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2018

Agar Siap Pakai di Dunia Industri SMKN 5 Balikpapan MoU Transkon Jaya

BALIKPAPAN, MNK-Dunia kerja mendatang membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang tidak hanya sekadar lulusan kejuruan, mereka harus memiliki kemampuan dan kualitas bekerja di sektor industri. Hal itulah yang dirasakan oleh SMKN 5 Balikpapan yang melakukan kerjasama dengan PT Transkon Jaya dalam mendidik siswa-siswi atau taruna-taruni siap pakai di dunia Industri, Selasa (16/10/2018) di kawasan Lamaru, SMKN 5 melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Transkon Jaya.

Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam merealisasikan instruksi presiden (inpres) nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK serta program Kemenperin yakni Pendidikan Vokasi Industri. "Revitalisasi vokasi ini sangat tepat. Pihak yang tahu kebutuhan industri adalah pihak industrinya. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan perlu bersinergi dengan industri dalam rangka antisipasi kebutuhan tenaga kerja," kata Plt Kepala SMKN 5 Balikpapan Muhammad Arifin MPd.

Menurut Arifin, selama ini tingkat pengangguran lulusan SMK cukup tinggi karena kualifikasi yang rendah dan ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Jadi rehabilitasi vokasi harusnya juga mencakup rehabilitasi program, instruktur, peralatan dan manajemennya. "Secara prinsip, kami sudah mendahului Inpres. Target pada 2018 kami sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan dan membentuk kelas-kelas khusus dari unit usaha dan industri,” ujar Arifin.

Lebih jauh, Operation Manager PT Transkon Jaya Lexi Rompas mengatakan, bahwa kerja sama ini sangat penting untuk memasukan kurikulum industri dalam pendidikan di SMKN 5 sehingga siswa pun mendapatkan tambahan kemampuan dan kualitas pendidikan.

 "Saya yakin para lulusan SMK dapat menjadi tenaga kerja yang lebih siap kerja dan menang dalam persaingan di dunia kerja. Kualitas tenaga kerja yang siap kerja tentu akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sehingga menghasilkan lebih banyak lapangan kerja dan secara jangka panjang berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat," katanya.

Pada program ini, PT Transkon menyediakan kurikulum pelatihan otomotif berupa keterampilan dasar yang diterapkan oleh PT Transkon Jaya.

 Selain itu pihak Transkon pun akan menyediakan tenaga-tenaga pengajar untuk melatih para siswa sesuai dengan industri yang digeluti oleh PT Transkon yaitu otomotif.

Dirinya menyampaikan bahwa selama ini PT Transkon rutin menerima siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebanyak 20 siswa lebih setiap periodenya, mereka ini adalah siswa dari SMKN 5 yang diharapkan setelah melakukan PKL selanjutnya bisa diterima bekerja di PT Transkon setelah lulus sekolah.

 "Kurikulum yang ada akan dibikin lebih lentur agar lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," kata Lexi.

Untuk para guru, PT Transkon memberikan program pelatihan dalam bentuk train the trainer dan pelatihan lainnya yang dilakukan secara berkala agar para guru dapat mengoptimalkan teknologi untuk proses belajar yang lebih efektif.


  • Transkon juga memfasilitasi siswa untuk pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) serta memfasilitasi dan memprioritaskan lulusan-lulusan dari program ini untuk mengikuti proses rekrutmen di Transkon. (naim)

Minggu, 08 Oktober 2017

Angkatank XI Wisuda Terakhir bagi ASMI Airlangga Bernaung Dibawah STIKOM, Tahun Depan Jadi Universitas Mulia Balikpapan

BALIKPAPAN,NMK- Akademi Sekertaris Manajemen Indonesia (ASMI) Airlangga Balikpapan kembali mewisuda mahasiswanya XI untuk tingkat Diploma Tiga (DIII) dan akan berubah nama pada tahun depan menjadi Universitas Mulia Balikpapan.

Untuk kali ini , ASMI Airlangga Balikpapan berhasil mewisuda mahasiswanya sebanyak 22 orang dari berbagai jurusan yang telah dibuka di lembaga pendidikan tersebut.

 ASMI Airlangga Balikpapan berhasil mewisuda mahasiswanya sebanyak 22 orang dari berbagai jurusan yang telah dibuka di lembaga pendidikan tersebut.

Direktris ASMI Airlangga Balikpapan R. Wahyuni Triana mengatakan jumlah mahasiswa yang diwisuda hanya sebanyak itu karena animo mahasiswa yang memilih program pendidikan untuk DIII masih minim di kota ini. "Jumlah segitu karena minat orang untuk memilih masih rendah di Balikpapan, beda kalau di Jawa sudah mulai banyak pemintnya," ungkap Wahyuni.

Nantinya, jelas Wahyuni, universitas itu akan membawahi 16 jurusan dan salah satunya ASMI yang dipimpinnya.

Lebih menarik  lagi lanjut Wahyuni, karena lembaga pendidikan ini, berhasil lolos dari sekitar seratus perguruan tinggi di Kaltim yang harus  ditutup karena izin oprasionalnya dicabut oleh pemerintah.

Dicabutnya izin sejumlah lembaga pendidikan tinggi itu, urai Wahyuni tak lepas dari prasyarat dan mutu pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah bagi pergur uan tinggi di seluruh Indonesia.

"Terkait dengan mutu luaran pendidikan kami, alhamdulillah semua mahasis kami yang lulus tahin telah lulus uji kompetensi yang merupakan salah persyaratan untuk memasuki dunia kerja. Kebetulan ASMI sering diminta oleh lembaga untuk melakukan uji kompetensi.," papar Wahyuni.

Mulai tahun ini, tambah Wahyuni pihaknya juga sudah menagadakan ujikom untuk studi Bahasa Inggeis kepada para alumninya, "Paling tidak mereka bisa mengucapkan dan mengerti Bahasa Inggeri sehari-harilah," ungkap Wahyuni.di kota ini.

Untuk diketahui Akademi Sekretari & Manajemen Indonesia (ASMI) “Airlangga” Balikpapan merupakan Perguruan Tinggi di Indonesia yang khusus mencetak tenaga Ahli Madya di bidang Sekretaris dan Manajemen. Program Studi yang diselenggarakan adalah D3 Kesekretariatan dan D3 Manajemen Perusahaan. Kedua Program Studi tersebut telah Terakreditasi Badan AkreditasiNasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sesuai SK. BAN PT No. 235/SK/BAN-PT/Ak-XIII/Dpl-III/XI/2013.
Lembaga pendidikan tinggi ini mengeban  visi untuk menjadi lembaga pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan pasar di Kalimantan Timur dan misi untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dibidang kesekretariatan dan manajemen perusahaan berdasarkan kebutuhan pasar serta mengoptimalkan suasana akademik di ASMI Airlangga Balikpapan melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dengan digelarnya wisuda sarjana Diploma III (D3)  angkatan XI ini, Wahyuni berharap agar lulusannya  berkompeten, beretika dan bermoral yang paling diinginkan dunia kerja sebagaimana tujuan lembaga pendidikan ini didirikan. (naim)


Jumat, 19 Mei 2017

Ingin Tingkan Kolektif Guru, PGRI Kaltim Gelar Konferensi Kerja Provinsi I di Balikpapan


BALIKPAPAN,NMK- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kaltim ingin membangkitkan kesadaran kolektif lembaganya, dengan menggelar Konferensi Kerja Provinsi I pada 19-21 Mei 2017 di Balikpapan

Keinginan lembaga para pendidik ini tertuang dalam tema yang diudung pada Konfrensi kerja yang pertama ini, yakni Membangkitkan Kesadaran Kolektif PGRI dalam Meningkan Mutu Pendidikan.

Ketua PGRI Provinsi Kaltim Musyahrim mengatakan pihaknya menyelenggarakan kongres ini berdasarkan ketentuan organisasi yang tertuang Anggaran Dasar .
Ketua PGRI Kota Balikpapan Mukiran

"Dalam anggaran dasar kan dinyatakan bahwa kongres dilaksanakan setiap setahun sekali," ungkap Musyahrim saat ditemui di tempat Hotel New Benakutai Balikpapan, Jumat (19/5).

Menurutnya dalam kongres ini akan dilakukan evaluasi tentang kegiatan sebelumnya dan membahas program organisasi kedepan.

Kongres PGRI Pemrov Kaltim I ini, lanjut Musyahrinm, juga dirangkai dengan Seminar Nasional Pendidikan dengan pemateri DR. Unifah Rosyidi, MPd, dan Hj. Rira Widyasari, SSos, M.M, Ph, D

Sementara itu Ketua PGRI Kota Balikpapan Mukiran berharap agar kongres ini benar-benar dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan sebelumnya dan mendapatkan hasil yang betul-betul mampu mendongkrak mutu pendidikan.

"Ya kegiatan ini kan dirancang untuk program guna meningkatkan mutu pendidikan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menghasilkan program yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan, khusus di Kota Balikpapan," ungkap Mukiran saat ditemui di tempat yang sama.

Terkait dengan issu-issu pendidikan yang akan di bawa PGRI Balikpapan dalam forum yang dirangkai dengan seminar nasional pendidikan ini, Mukiran mengatakan agar Pemerintah benar-benar memperhatikan layanannya secara optimal.

Sementara langkah yang dilakukan PGRI Kota Balikpapan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, Mukiran mengatakan pihaknya selama ini telah menempuh beberapa terobosan selama masa kepengurusannya.

"Jadi di PGRI Balikpapan kami sudah mengasuransikan para anggota  sehingga jika ia tertimpa musibah, pensiun atau sakit maka akan mendapat unag jaminan sebesar Rp2.500. 000 dari lembaga penjamin. Selain itu PGRI juga bekerja sama dengan APERSI untuk kemudahan para anggota PGRI dalam mendapatkan rumah bagi yang belum memiliki tempat tinggal," tutup Mukiran   (naim)

Minggu, 30 April 2017

SMPN 1 Balikpapan Siap Ikuti UNBK 2017, Kendati Masih Terhantui Beberapa Kendala

BALIKPAPAN,NMK- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Balikpapan siap mengikuti Unjian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 09-12 Mei 2017, kendati masih dihantu berbaga kendala. 

UNBK yang benar-benar menuntut kemampuan muri yang akan mengikuti ujian ini, telah menutup rapat-rapat kemungkinan kecurangan-kercuranga yang selama ini terjadi saat kegiatan iniberlangsung.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Balikpapan Puguh Birowo,MPd, saat ditemui media ini di ruang kerjanya engatakan bahwa pada prisnsipnya sekolahnya sudah siap melaksanakan UNBK.

"Kami sudah siap semua untuk melaksanakan UNBK, termasuk langakah-langkah antisipasi jika terkaji kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi pada saat ujian berlangsung," ungkap Puguh. 

Kendati demikian Puguh mengakui,masih adanya pesert ujian yang melakukan kesalahan -kesalahan ketika sebelumnya mengadakan tes ujicoba yang dilakukan pihaknya sebelumnya. 

"Pada saat tes ujicoba kemarin, masih banyak muris peserta ujian yang salah saat melakukan log in dan log out di komputer saat sistem ujian yang berbasis komputer ini telah berlangsung," jelas Puguh.

Pasalnya, lanjut Puguh, pihaknya sempat melihat siswanya masih ada yang melakukan log out (keluar dari sistem komputer online), padahal soal-soal ujian yang belum dijawab seluruhnya. Sehingga siswa tidak bisa login kembali, karena sistem aplikasi UNBK ini hanya sekali login dan hanya sekali logout," ungkap Puguh.

Puguh Birowo,M.Pd menambahkan, UNBK ini disatu sisi menguntungkan dengan beberapa item yang bisa memudahkan, namun di sisi lain merugikan bagi anak-anak yang kurang teliti. "Masalah mengikuti aplikasi internet, anak-anak sekarang ini lebih cepat memahami, namun kadang-kala masih ada yang kurang teliti," jelasnya.

Untuk menghindari siswa kurang teliti, Puguh mengatakan setiap siswa yang mau log out selama waktu ujian belum habis siswa disuruh kembali memeriksa ulang seluruh soal apakah sudah terjawab seluruhnya atau belum, barulah logout. "Pada saat siswa logout ada guru pengawas ikut memeriksa apakah semua soal sudah dijawab oleh siswa," tambah Puguh.

Ditanya tentang siswa yang tidak dapat hadir ikut ujian karena sakit selama berlangsungya UNBK, Puguh Birowo mengutarakan, karena siswa yang sakit belum terdata secara online sebagai siswa yang telah mengikuti ujian saat hari UNBK tersebut berlangsung, dengan demikian bagi siswa sakit tersebut ada waktu untuk melakukan ujian susulan. 

Terkait dengan jumlah komputer yang dipersiapkan oleh SMPN 1 untuk UNBK tahun 2019 ini, ia mengatakan, terdapat sebanyak 125 unit, ditambah 20 unit komputer untuk cadangan jika terjadi masalah komputer rusak. "Dengan jumlah ini setiap bidang studi ditempuh dalam tiga sesi dalam sehari," urai Puguh . (naim)

Sabtu, 26 November 2016

Pemenuhan Kebutuhan SDM Perkelapasawitan Masih Rendah, LPP Medan Melatih Insan SMK Pertanian di Kaltim

Balikpapan, NMK- Masih rendahnya pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang perkebunan kelapa sawit, membuat Lembaga Pendidikan dan Perkebenunan (LPP) Medan menggelar pelatihan bagi guru dan murid Sekolah Menengah SMK Pertanian/Perkebunan se Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan.

Selain itu, pemahaman para praktisi di bidang kelapa sawit terutama yang terkait dengan keterampilan teknis dan manajerial di Indonesia , khususnya Kaltim juga masih rendah menyebabkan lembanga ini menggelara pelatihan.

"Fenomena sosial ini , tak pelak membuat kesenjangan yang menganga lebar yakni antara kebutuhan SDM dari dunia kerja , khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit Indonesia dengan dunia pendidikan", ungkap Arya Sukaryawan Koordinator Kelompok Kompetensi Manajemen Produksi Tanaman LPP Medan seusai penuyupan Pelatihan di Adika Hotel Bahtera Balikpapan, Sabtu (26/11).

Untuk itulah, kata Arya, LPP Medan hadir untuk menjembatani kesenjangan ini, sehingga bisa menjadi solusi yang cepat dan tepat dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan di Indonedia.

Sementara Prof. DR. Sukirno yang menjadi salah seorang narasumber dalam pelatihan ini, mengemukakan bahwa pada hakekatnya kegiatan tersebut merupakan pengembangan SDM di tanah air, dalam rangka membendung gempuran dari arus tenaga kerja dari luar negeri pasca kesepakatan bersama kelompok negara-negara Asean ."Dalam kesepakatan itu dinyatakan bahwa tenaga kerja dari negara lain memungkinkan masuk ke negara lain jika memenuhi kompetensi dan kualufikasi sertifikasi," jelas Sukirno.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan yang diwakili Kepala Seksi Pengmbangan SMK/SMA dan kurikulum i Wahyuni, SPd, MSi menyambut baik upaya peningkatan SDM yang digagas LPP Medan ini sekaligus menutup pelstihan. (naim)

Rabu, 23 November 2016

Kopertis Wilayah XI Berupaya Tingkatkan Mutu Pendidikan Lewat Manajemen Konflik

Balikpapan,NMK-Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Koordinator Koperguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XI berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi (PT) swasta dengan menggelar sosialisasi.

Kegiatan pencerahan yang mengusung tema Sosialisasi Tata Kelola, Status dan Penanggulangan Konflik PTS wilayah Kaltim, Kaltara dan Kalsel ini dibuka langsung Koordinator Kopertis Wilayah XI .

Jamaluddin, Kepala Bidang Akademik KemahasiswaanKoperis Wilayah XI yang mewakili Koordinator Koprtis XI mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka para pihak yang tetkait dengan lembaga pendidikan tinggi swasta perlu memahami tata kelola, statuta dan penanggulan konflik di lembaga tersebut.

"Karena dengan memahami tata kelola, statuta dan manajemen konflik PT swasta, maka masing-masing pihak terkait bisa mengetahui tugas dan tanggung jawabnya, sehingga bahu membahu membangun mutu pendidikan", ungkap Jamaluddin seusai pembukaan sosialisasi di Hotel Adika Bahtera Balikpapan, Rabu sore (23/11).

Sebaliknya kalau terjadi konflik, maka yang jadi korban adalah mahasiswa. "Sebab masing-masing pihak yang berkonflik berupaya untuk menang dan bukan untuk membangun mutu pendidikan", jelas Jamaluddin.

Untuk itu , kata Jamaluddin, pihaknya berharap agar para insan akademik dari berbaga lembaga pendidikan swasta yang ikut dalam sosialisasi ini agar benar-benar memanfaatkan momen berharga ini demi pembangunan mutu pendidikan di lingkungan kerja mereka masing-mading. (na/ik)

Jumat, 30 September 2016

Ingin Atasi Pengangguran, SMKN 1 Gelar Job Matching 2016

BALIKPAPAN,NMK - Sekolah Menegah Negeri (SMKN) 1 Balikpapan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Balikpapan menggelar Job Matching 2016 pada 28-29 September 2016 di Geduang Aula sekolah tersebut. Job Matching merupakan Pemasaran khusu tamatan SMK.

Ketua Panitia Job Matching Drs Ir Bernat Sianturi mengatakan Job Matching merupakan program Recruitment tenaga kerja secara langsung bagi lulusan SMK yang membutuhkan pekerjaan.

“Kami bekerja sama sekitar 50 perusahaan yang siap merekrut lulusan SMK yang membutuhkan pekerjaan. Dan pelaksanaanya pada 28-29 September 2016 di SMKN 1 Balikpapan,” ujar Bernat Sianturi pada media online ini Rabu (28/9) pada pembukaan Job Matching 2016.

Sebanyak 48 perusahaan mengikuti Job Matching 2016 yang diselenggarakan di Aula SMKN 1 Balikpapan, Rabu (28/9) dan Kamis (29/9). Program recruitment tenaga kerja yang didukung Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) ini diperuntukkan tamatan SMK.

Terdapat seebanyak 136 lowongan yang membutuhkan 600 tenaga kerja pada even yang di hadiri langsung Staf Ahli Bidang Sosial H Arbain Side, Sekretaris Dinas Pendidikan kota Balikpapan Purwantoro, Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Dasar Menengah Direktorat Pembinaan SMK Herdiana ST MBA, dan segenap dunia industri dan Dunia usaha .

“Hingga penutupan 24 September sudah tercatat 1.300 orang yang mendaftar”. Kata Bernat semabri menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan program nasional dan instruksi dari Direktorat Pembinaan SMK (PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diselenggarakan di 34 kota.

"Program ini untuk memberikan peluang kerja sekaligus memasarkan tamatan SMK agar penyerapan tenaga kerja di dunia industri meningkat," ujarnya.

Sementara Perwakilan dari Kemendikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan SMK Herdiana ST MBA mengatakan, pelaksanaan Job Matching untuk tahun 2016 ini lebih besar di bandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya ini salah satu cara penting untuk mendekatkan tamatan SMK dan industri. Dan para pencari kerja tidak ada batasan dari lulusan tahun kapan, tetapi sejauh mana kebutuhan industri untuk menampung tenaga kerja.

“Ini program rutin dari Direktorat Pembinaan SMK dan tahun ini baru besar apalagi di fasilitasi oleh SMKN 1 dan kami bekerjasama dengan Disnakersos Kota Balikpapan untuk melaksanakan acara job matching ini,” imbuh Herdiana ST MBA.

Sedangkkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Purwantoro mengatakan Job Matching sebagai sarana untuk tamatan SMK dalam mencari kerja dari dunia industri sehingga nantinya dapat me-matchingkan antara kemampuan usaha dengan program pendidikan yang dimiliki.

Diakuinya setiap lulusan SMK harus memiliki sertifikat keahlian untuk itu harus mengikuti uji kompotensi dari hasil uji Kompotensi akan mendapatkan Sertifikat Profesi sebagai modal untuk mencari pekerjaan pada sebuah perusahaan yang membutuhkan kualifikasi sesuai dengan prodinya.

“SMK dididik untuk siap kerja, sehingga lulusan harus punya skill bukan hanya knowledge dan itu dimiliki anak-anak SMK,” paparnya.

Dari 48 perusahaan yang mengikuti Job Matching, bidang jasa dan perhotelan paling banyak membutuhkan tenaga kerja.

Selain membuka peluang kerja, penyelenggara juga menggelar seminar ketenagakerjaan dunia industri yang diikuti perwakilan SMK se-Balikpapan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muahimin serta menghadirkan narasumber Ketua Kadin Yaser Arafat.

Terkait dengan pengangguran lulusan SMK pada 2016,Herdiana mengatakan, menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2016, jumlah pengangguran tamatan SMK sebanyak 1.35 juta atau sekitar 19,18 persen dari total jumlah pengangguran di Indonesia. Hal ini berbeda dengan tahun 2015 yang hanya mencapai sekitar 16 persen.

Salah satu faktor yang mengakibatkan jumlah pengangguran tersebut meningkat adalah kurikulum dan jurusan yang tak selaras dengan kebutuhan pasar atau dunia usaha dan industri. Maka perlu diadakan sinergi dan keselarasan antara kebutuhan pelaku usaha dan industri dengan Kementerian dalam hal ini bagian SMK. Sehingga diketahui kondisi tenaga kerja yang diperlukan pelaku usaha dan industri.

"Saat ini yang menjadi masalah adalah kurangnya keselarasan. Sehingga yang terjadi adalah banyaknya jurusan pada sekolah kejuruan yang sudah tak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini dunia usaha dan industri yang berpotensi menyerap tenaga kerja adalah bidang pertanian, kemaritiman dan pariwisata serta teknologi informasi. Sementara itu, untuk dunia usaha yang potensinya sangat kecil untuk menyerap tenaga kerja adalah bidang administrasi dan perkantoran.

Saat ini jumlah lulusan SMK 2016 berdasarkan bidang keahlian, yaitu jurusan teknologi dan rekayasa sebanyak 445.047 orang. Jurusan teknologi informasi dan komunikasi ada 277.545 orang, jurusan kesehatan 60.944 orang, agrobisnis dan agroteknologi 52.319 orang, perikanan dan kelautan 17.249 orang. Kemudian bisnis dan manajemen sebanyak 348.954 orang, pariwisata ada 81.391 orang, seni rupa dan kriya 9.237 orang, dan seni pertunjukan ada 1.220 orang.

Dikatakan olehnya, program rekrutmen secara langsung melalui Job Macthing dilaksanakan untuk memudahkan para lulusan SMK mencari pekerjaan, apalagi mereka sudah memilki berbagai keterampilan sesuai dengan jurusan masing-masing.

Untuk itu dirinya berharap agar lulusan SMKN yang membutuhkan pekerjaan agar datang dan mengikuti Job Matching yang akan di laksanakan 28-29 September di Aula SMKN 1 Balikpapan. (na/asfi)





Jumat, 19 Agustus 2016

PT Jasa Rahahardja Lakukan Progra Mengajar di SMKN 1 Balikpapan

BALIKPAPAN, NMK - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kaltim-Kaltara menggelar kegiatan mengajar di SMK Negeri 1 Balikpapan, jalan Mulawarman, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Senin (15/8).Sebagai bagian dari program BUMN Mengajar

Pimpinan Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Kaltim-KaltaraParulian Simanjuntak, mengungkapkan, Jasa Raharja ditugaskan memilih salah satu sekolah unggulan untuk menggelar kegiatan BUMN Mengajar tersebut.

"Mengenai materi pengajarannya lebih pada mengenalkan bentuk asuransi yang ditawarkan Jasa Raharja pada masyarakat, khususnya mereka yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena selama ini, masyarakat khususnya pelajar sekolah yang belum memahami asuransi Jasa Raharja tersebut," ungkapnya.

Selain menjalankan kegiatan yang juga program dari Kementerian BUMN tersebut, pihak Jasa Raharja juga menggelar kegiatan internal yang diberikan langsung ke pihak sekolah SMK Negeri 1 Balikpapan tersebut.

Antara lain bantuan untuk sarana dan prasarana masjid sekolah yakni program penyerahan bina lingkungan. Selain itu pihaknya juga memberikan perlengkapan majalah dinding (mading) yang dilengkapi dengan konten Jasa Raharja.

Sejumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut terlihat antusias menerima penjelasan Parulian, yang memaparkan dan memperkenalkan seluk beluk Jasa Raharja.

Parulian lebih jauh mengemukakan, kegiatan ini merupakan salah satu faktor yang membuat sekolah unggulan dipilih, karena siswa-siswi terbiasa aktif dan kritis dalam suatu permasalahan.

"Ini cukup penting. Setidaknya mereka memahami dan bisa membedakan jenis-jenis asuransi yang merupakan BUMN," jelas Parulian.

Total jumlah siswa yang mengikuti kegiatan, yang dipusatkan di aula sekolah tersebut berjumlah 120 orang siswa dari kelas XI.

Senin, 20 Juni 2016

Kemendikbud Lakukan Akselerasi Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pendidikan di Balikpapan

Balikpapan, Monitor Kaltim.com-Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Biro Perencenaan dan Kerja Sama Luar Negeri melakukan akselerasi kerja sama luar negeri bidang pendidikan.

Maksud diselenggrakannya kegiatan bagi pengelola institusi pendidikan ini, guna meningkatkan informasi mengenai kebijakan kerjasa sama luar negeri pemerintah di bidang pendidikan dan pemahaman tentang aturan-aturan serta prosedur penerimaan siswa dan tenaga kerja asing di lingkungan Kemendikbud.

Ketua Panitia, Kasubag Asia Pasifik dan Afrika Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Edi Sukamto mengatakan kegiatan ini bertujuan agar pengelola di lingkungan lembaga pendidikan, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan pengetahuan dan pengelaman dalam melaksanakan kerja sama dan mampu memberikan layanan kepada siswa dan tenaga kerja asing yang berada di lembaganya.

Menurut Edi perkembangan dan kemajuan dunia mendorong warga Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan warga yang telah maju terlebih dahulu. “Sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di kancah dunia”, ungkap Edi pada Akselerasi Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pendidikan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (20/6).

Selain kemampuan SDM, kata Edi, juga diperlukan upaya peningkatan kerja sama antar negara baik bersifat bilateral, reginal maupun multilateral. “Melalui kerja sama tersebut diharapkan akan terjadi kerja sama yang aktif antar lembaga pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di luar negeri yang pada gilirannya akan semakin meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” jelas Edi.

Implementasi peningkatan kerja sama antar sekolah atau lembaga di dalam dan luar negeri, lanjut Edi, kadangkala belum diimbangi dengan kemampuan SDM sebagai pelaksana tersebut, dampaknya kerja sama tersebut menjadi tidak efektif.

“Kendala yang muncul terutama dalam kurangnya informasi mengenai peraturan-peraturan dan prosedur atau tata cara melaksanakan persoalan-persoalan yang bersifat teknis,” tambah Edi.

Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kemendikbud , urai Edi, adalah salah satu institusi yang bertanggung jawab kerja sama luar negeri di bidang pendidikan telah melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan SDM dan kelembagaan.

Sementara itu, Juliartha Nugrahaeny Pardede, Kasie Ketenagakerjaan Dijend Perjanjian Ekososbud Kementrian Luar Negeri RI yang mewakili Direktur Perjanjian Ekososbud Kemenlu mengemukakan dalam melakukan kerja ama dengan pihak asing sebaiknya mempertimbangkan empat bidang aspek keamanan, seperti politik dan hukum. (naim)





















































Sabtu, 18 Juni 2016

PPPPTK TK dan PLB Bandung Lakukan Pelatihan Instruktur Nasional Tingkat SD Regioanl Kaltimra di Balikpapan

Balikpapan, MK.com - Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK dan PLB) Bandung mengadakan Pelatihan Instruktur Nasional atau Mentor Guru Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Regional Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra), sebagai komitmen lembaga itu untuk membina dan mengembangkan profesi guru dan tenaga kependidikan sebagai tenaga pembelajar di Indonesia.

Kepala PPPPTK TK dan PLB Bandung Drs.san Yhon, MM mengatakan Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi dan kedudukan yang sangat penting dalam pencapain visi Kemendikbud 2015-2019.

“Konsekwensi dari jabatan guru dan sebagai tenaga profesi diperlukan sistem pembinaan dan pengembangan keprofesian yang berkelanjutan guna mendukung peran guru dan tenaga pembelajar sebagai tenaga pembelajar,” ungkap San pada Pembukaan Pelatihan Instruktur Nasional /Mentor Guru Pembelajaran Jenjang SD regional Kaltimra di Hotele Menara Bahtera Balikpapan, Jumat (17/6).

Menurtut San, UU RI No.14/2005 tentang guru dan dosen yang mengamanatkan adanya pembianaan dan pengembangan aktualisasi dari profesi pendidik . “Untuk merealisasikan amanah peraturan pemerintah tersebut, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan prrogram Guru Pembelajar bagi semua guru, baik yang sudah maupun belum bersertifikasi”, ungkap San.

Untuk melaksanakan pelatihan tersebut, kata San, dilakukanlah pemetaan kompetensi melalui Uji Kompetensi Guru (UGK) di seluruh Indonesia. “Hasil UKG ini merupakan kondidisi obyektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya. Hasil UKG pada 2015 mewujudkan rata-rata nilai nasional yang dicapai sebesar 56,69 yang melampaui target capaian nilai rata-rata secara nasional sebesar 55 sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Renstra Kemendikbut pada 2015,” jelas San.

Untuk itu Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, lanjut San, berusaha lebih keras lagi agar dapat mengejar target nasioal yang ditetapkan pada 2016 yaitu sebesar 65. “Untuk itu Ditjen Guru dan Tenaga Pendiddikan mengembangkan program berdasarkan hasil UKG 2015 yang disebut Program Pembelajaran Guru”, paparnya.

Program peningkatan kompetensi guru pembelajar, jelas San, adalah upaya penigkatan komptenesi guru yang melibatkan pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, assoisasi profesi, perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakat serta orang tua siswa.

Bentuk pelibatan publik, tambah San, dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pemberian dukunga bagi terlaksananya Program Guru Pembalajar, bak dalam moda (metode, -red) tatap muka maupun pembejaran dalam jaringan atau daring kombinasi.

“Dalam konteks program ini, PPPPTK TK dan PLB Bandung sebagai unit pelaksana teknis direktorat Guru dan tenaga Kependiidikan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan pelatihan bagi guru jenjang SD se-Kaltimra,” ungkap San. (nai)




Selasa, 07 Juni 2016

Ingin Tingkatkan Kualitas Penelitian Insan PTS , APTISI Gelar Seminar Nasional dan Workshop





Balikpapan, Monitor Kaltim.com– Assosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar seminar nasional dan workshop, guna meningkatkan kualitas para dosen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kaltim, khusunya dalam bidang penelitian.