.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Rabu, 27 Maret 2019

Kepala SKKK Migas Resmikan Pengoperasian Jargas di Balikpapan dan PPU




BALIKPAPAN, NMK - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto meresmikan pengoperasian jaringan gas (jargas) bagi 5.000 sambungan rumah tangga (SR) pada Rabu (27/03) di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kota Balikpapan.

Turut hadir dalam acara ini Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Gandhi Sriwidodo, Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis PT Pertamina Gas Tenny R.A. Rusdy, dan President Director PT Pertagas Niaga Linda Sunarti.

Program jargas merupakan program Pemerintah melalui Kementerian ESDM guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses energi gas yang murah, mudah dan aman. Sejak dibangun pertama kali pada tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi.

Total jargas yang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 34.574 SR yang tersebar di Kota Balikpapan sebanyak 8.849 SR, Kota Bontang 16.965 SR, Kabupaten Penajam Paser Utara 4.260 SR dan Kota Samarinda sebanyak 4.500 SR

Sebelumnya, pada tahun 2016, sebanyak 3.849 SR telah terpasang di rumah warga. Pada tahap kedua ini, jargas kembali mengaliri 5000 SR di Kota Balikpapan tersebut tersebar di Kelurahan Sumber Rejo, Karang Jati, Karang Rejo, dan Gunung Sari Ulu.

Penambahan sambungan jargas di Kota Balikpapan tersebut juga tidak terlepas dari sikap kooperatif pelanggan dalam memanfaatkan jargas yang ada sebelumnya.

Dalam sambutannya Dwi mengatakan, selain untuk mengurangi subsidi LPG dan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam nasional, Pemerintah berharap program jaringan gas kota punya dampak signifikan untuk meringankan beban masyarakat.

“Pada umumnya pemanfaatan jargas ini akan memberikan penghematan dibandingkan jika sebelumnya memanfaatkan LPG", ujarnya.

Menurut Dwi pemanfaatan gas bumi melalui pembangunan Jargas untuk rumah tangga merupakan program berkelanjutan Kementerian ESDM sebagai bentuk konsistensi pemerintah dalam menyediakan energi berkeadilan.

"Pemanfaatan gas akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari masyarakat dan diutamakan untuk kebutuhan domestik," jelasnya.

Pada acara peresmian tersebut juga, Dwi Soetjipto beserta jajarannya, didampingi oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam juga berkesempatan mengunjungi salah satu warga pengguna jargas di rumah, Ganesha di kawasan Jalan S Parman, Gunung Sari Ulu, Balikpapan.

Ganesha sebagai pengguna jargas mengungkapkan rasa syukurnya dengan sambungan gas yang mengalir di rumahnya.

"Sangat bersyukur dengan adanya program gas kota ini karena saya dan warga lainnya sudah tidak perlu keliling mencari gas apabila gasnya habis, apalagi sewaktu sedang memasak," ungkapnya.

“Sekarang enak tinggal pakai saja, nggak ada biaya dan mengeluarkan energi untuk keluar rumah mencari gas. Hanya bayar rekening saja sesuai pemakaiannya,” lanjutnya.

Rizal berharap, jargas dapat mengaliri sekitar 20.000 Sambungan Rumah Tangga (SR). "Karena yang 10.000 SR, DED-nya sudah ada. Mudah-mudahan tahun depan sudah banyak yang dapat 20.000 SR (teraliri jargas kota)," harapnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk turut serta merawat jargas di rumahnya serta melakukan koordinasi dengan tim jargas atau menghubungi Call Center Pertamina di 1-500000 apabila ingin melakukan perubahan atau perbaikan jaringan.

Selain Kota Balikpapan, di hari yang sama, jargas juga resmi beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebanyak 4.260 SR. Jargas di Kabupaten PPU merupakan yang pertama kali dibangun oleh Ditjen Migas, Kementerian ESDM dengan APBN Tahun Anggaran 2018. Jargas Kabupaten PPU ini tersebar di Kelurahan Nenang, Penajam, Nipah-Nipah, Gunung Seteleng dan Sungai Parit .

"Pertagas Niaga akan menjadi pelaksana untuk proses konversi tersebut dengan memodifikasi kompor gas yang telah dimiliki warga," tuturnya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, penggunaan jargas diklaim lebih hemat san menguntungkan masyarakat khususnya dalam penggunaan gas rumah tangga.

"Lancar. Sekarang masyarakat berebut ingin pasang (jargas). Dulu masyarakat ditawari tidak mau, masih takut, padahal sudah dijelaskan. Sekarang sudah dipasang 8 ribu, lancar. Sangat untung. Bedanya jauh sekali," ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, mengatakan, harga jargas untuk konsumen Rumah Tangga, yang ditentukan oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) ditetapkan paling banyak sebesar Rp 4.250/m3, dan diklaim lebih hemat dibanding gas LPG.

"Jadi misalnya rumah tangga menggunakan gas 10 m3 sebulan, berarti Rp 42.500. Kalau Anda beli tabung gas 12 Kg sekitar kurang lebih Rp 150.000, lebih hemat sekitar Rp 90.000 - 100.000-an. Itu untuk yang non-subsidi. Kalau yang subsidi hemat sekitar Rp 20.000," jelasnya.

Dari segi keamanan, Alimuddin mengklaim jargas lebih aman, lantaran tekanan gas dari jargas kota hanya sebesar 0,02 bar, sementara tekanan gas dari LPG sebesar 8 bar.

Sementara itu, Gandhi Sriwidodo, Direktur Logistik Suplay Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) mengatakan, salah satu bentuk dukungan Pertamina dalam program jargas ini adalah dengan mensinergikan afiliasinya untuk melayani kebutuhan dari hulu hingga hilirnya.

"Gasnya diperoleh dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur selanjutnya pengelolaan city gas atau jargas dilakukan PT Pertagas Niaga,” jelasnya.

Sementara, Direktur Utama PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti, mengatakan, setelah sambungan jargas selesai, proses selanjutnya adalah mengalirkan gas kota melalui proses aktivasi meter dan konversi kompor yang dilakukan secara bertahap oleh operator PT Pertagas Niaga sejak bulan Maret 2019.(naim)

Tidak ada komentar: